footnote dan endnote

Catatan kaki (footnote) dan catatan belakang (endnote)  digunakan untuk memberi kredit kepada sumber materi yang dikutip.   Footnote dan endnote juga berfungsi untuk menyampaikan keterangan tambahan yang dibutuhkan dan merujuk pada bagian lain dari karya ilmiah. Perbedaan diantara keduanya adalah jika footnote terletak pada bagian bawah halaman, endnote terletak pada akhir tulisan atau setiap bab. Namun, tata cara pembuatan kutipannya sama yakni,

 

 

Nama depan dan keluarga pengarang, Judul Buku, (Tempat terbit: nama penerbit, tahun), halaman.

 

*judul buku bisa digarisbawahi atau di-italic.

 

Contoh:

Torbjorn L. Knutsen, A History of International Relations Theory: An Introduction, (Manchester: Manchester University Press, 1992), p.23

 

Ibid digunakan untuk merujuk pada karya yang dirujuk pada nomor sebelumnya. Jika nomor halamannya sama, cukup dengan Ibid saja. Namun, jika nomor halamannya berbeda, setelah Ibid. dicantumkan nomor halamannya.

Contoh;

  1. Sumber dan nomor halaman sama

1 Torbjorn L. Knutsen, A History of International Relations Theory: An Introduction, (Manchester: Manchester University Press, 1992), p.23

Ibid.

  1. Sumber sama, halaman beda

1 Torbjorn L. Knutsen, A History of International Relations Theory: An Introduction, (Manchester: Manchester University Press, 1992), p.23

2 Ibid., p.24

 

Op. cit. (opere citato) digunakan untuk merujuk pembaca pada perujukan pertama yang berasal dari buku, namun diselingi perujukan lain.Op. cit. diawali dengan nama keluarga penulis. Op.cit juga diikuti nomor halamannya apabila halaman perujukannya berbeda dengan perujukan pertama.

Contoh:

1 R. Millan, Art of Latin Grammar, (New York:Academic, 1997), p. 23

2 G. Wiki, Language and Its Uses, (Old York: Blah Ltd., 2000), p 17

3 Millan, op.cit., p. 5

Loc. Cit. (loco citato) digunakan untuk merujuk pembaca pada perujukan pertama yang berasal dari artikel dalam bunga rampai/antologi, majalah, surat kabar, atau ensiklopedia.

 

Contoh:

1 Robert Ralph Bolgar, “Rhetoric”, Encyclopaedia Britannica (1970), XIX, p. 222

G. Wiki, Language and Its Uses, (Old York: Blah Ltd., 2000),  p. 17

3 Bolgar, loc. cit., p. 212

 

Jika sumbernya berasal dari internet:

Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.

 

Contoh:

Richard Whittle, “High Sea Piracy: Crisis in Aden”, Aviation Today,diakses dari http://www.aviationtoday.com/rw/military/attack/High-Sea-Piracy-Crisis-in-Aden_32500.html, pada tanggal 26 Juli 2009 pukul 11.32

About these ads

7 responses to this post.

  1. Posted by ana on July 31, 2009 at 5:40 am

    kak..apakah essay nya wajib pake footnote ???

    Reply

  2. Ana : kalau kamu ada referensi data dari sumber lain, lebih etis di sertakan footnotenya..

    Reply

  3. Posted by Harjo Santoso on January 5, 2010 at 3:31 am

    terimakasih banyak informasinya,,ijin nge-save…

    Reply

  4. Posted by tita on December 2, 2010 at 4:44 am

    thx, it help!

    Reply

  5. Posted by nana on December 8, 2011 at 1:36 am

    infonya bagus bgt tapi saya masih agak bingung yg bagian op cit and loc cit itu…

    Reply

  6. makasih udah ngeshare ilmuY…

    Reply

  7. Alangkah baiknya disertakan sumber buku yang mengulas perbedaan footnote, endnote, op.cit., loc.cit., dan ibid. Oke, bagus infonya. boleh tahu sumber bukunya. thanks.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: